Hari Ini
Kalender Kegiatan
- 18.05.2012 - 19.05.2012 | 17.00 Pengajian Putri Al-Falah
- 18.05.2012 - 20.05.2012 | 17.00 Pengajian Pemuda Al Falah
- 20.05.2012 - 20.05.2012 | 11.00 TPA Al-Falah
| Agar Doa 'Cespleng' |
|
|
| Geschrieben von: Webmaster , Dienstag, den 10. März 2009 um 08:42 Uhr |
![]() Pengajian umum di penghujung bulan Februari 2009 kali ini diisi oleh Ustadz Yanuar Muharram dengan mengambil tema: Agar Doa 'Cespleng'. Di bawah ini adalah ikhtisar singkat dari isi ceramah yang disampaikan beliau. Setiap manusia selalu ditimpa masalah dan menghadapinya dalam perjalanan kehidupan. Setiap orang pun menyikapi masalah dengan gaya dan tindakan masing-masing. Tak jarang masalah tersebut dirasa sedemikian berat sehingga keluh kesah dan perasaan tak berdaya menjadi nyata. Sesuatu hal yang manusiawi karena memang sifat dasar manusia adalah lemah dan berkeluh kesah. Tetapi tentunya masalah tidak akan selesai hanya dengan merasa lemah dan berkeluh kesah. Setiap muslim diwajibkan untuk berikhtiar untuk menyelesaikan permasalahannya. Meskipun demikian, ikhtiar saja ternyata tidak cukup. Karena keterbatasan kemampuan manusialah, terkadang ada masalah yang terlihat 'tidak mungkin' dipecahkan. Karena itulah islam mengajarkan apa yang disebut sebagai DOA. Bahkan doa merupakan inti dari ibadah, di mana ibadah ini merupakan tujuan utama dari diciptakannya jin dan manusia. Allah juga memerintahkan manusia agar meminta langsung kepada-Nya: berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku ijabahi, Aku jawab. Mereka yang tidak suka meminta kepada Allah, tidak berdoa kepada-Nya dianggap sebagai orang yang sombong. Orang semacam ini mengira bahwa semua hal dapat mereka selesaikan dengan tangan dan kemampuan mereka saja. Mereka tidak menyadari bahwa ada Allah yang Maha Kuasa yang mempermudah setiap masalah dan meringankan beban kita. Di sisi lain, ada yang merasa bahwa mereka telah banyak berdoa tetapi tidak satupun yang terwujud. Masalah tetap datang dan semakin menghimpit sementara tangan selalu tengadah menyertai bibir yang basah dengan doa-doa. Ternyata ada beberapa hal yang mesti diperhatikan agar doa kita makbul, terkabulkan oleh Allah, demikian papar Ust. Yanuar Muharram. Istilah beliau: Agar doa 'cespleng', manjur. Sebagaimana sebuah obat, ada aturan dan tata cara pemakaiannya. Seberapa sering diminum dan dengan takaran seberapa. Ada waktu-waktu yang mustajab, di mana doa-doa lebih didengar oleh Allah swt. Waktu-waktu tersebut antara lain: di setiap selesai sholat rawatib (sholat sunnah yang mengiringi sholat wajib lima waktu), di antara adzan dan iqamat, di sepertiga malam yang terakhir (waktu yang dianjurkan kita melaksanakan sholat tahajud), dan ketika dalam shafar (perjalanan). Selain itu ada beberapa adab yang mesti diperhatikan dalam berdoa. Yang pertama, dianjurkan memperhatikan kebersihan badan dan tempat. Jika bisa, kita berdoa dalam keadaan suci dari hadats maupun najis. Kedua, doa hendaknya dilakukan dengan penuh kekhusyukan, merendahkan diri, hati dan suara kita dihadapan Allah yang Maha Bijaksana. Ketiga, Allah memerintahkan kita untuk menggunakan nama-nama-Nya dalam doa kita. Allah memiliki 99 asmaul husna. Kita diminta untuk menyebutkan nama-nama Allah tersebut, tidak harus semuanya, di dalam doa-doa kita. Rasulullah pernah mengomentari seseorang yang menengadahkan tangannya dan berdoa: Ya Allah, yaa Allah... Bagaimana mungkin doanya terkabul, jika pakaian dan makanan yang masuk ke tubuhnya diperoleh dengan cara yang tidak halal. Ini adalah satu hal lagi yang mempengaruhi diterima atau tidaknya doa kita. Makan, minuman, harta dan kekayaan yang kita peroleh dengan cara yang tidak baik, tidak halal akan menghalangi dikabulkannya doa. Ustadz Yanuar juga menambahkan bahwa kebersihan hati juga menjadi kunci dikabulkannya doa. Kita harus hilangkan rasa dengki, iri, atau kesalahan orang lain yang masih mengganjal di dalam hati. Kita ikhlaskan dan maafkan mereka. Sebaliknya, jangan sampai pula ada orang lain yang masih menyimpan amarah atau kesalahan kita di dalam hari mereka. Kita harus berusaha meminta maaf dan melebur kesalahan kita terhadap orang lain. Dan terakhir, jika semua adab dan tata cara berdoa telah kita jaga tetapi doa tersebut terlihat belum dikabulkan juga, maka yang harus dikedepankan adalah husnuzhan, berbaik sangka kepada Allah swt. Boleh jadi Allah masih menunda mengabulkan doa kita. Boleh jadi Allah mengganti doa kita tersebut dengan dihindarkannya kita dari mala petaka atau musibah. Boleh jadi Allah menyimpannya untuk kita di akhirat kelak dengan ganti yang jauh lebih baik. |
Pencarian











