Hari Ini
Kalender Kegiatan
- 18.05.2012 - 19.05.2012 | 17.00 Pengajian Putri Al-Falah
- 18.05.2012 - 20.05.2012 | 17.00 Pengajian Pemuda Al Falah
- 20.05.2012 - 20.05.2012 | 11.00 TPA Al-Falah
| Memilih Makanan Halal |
|
|
| Geschrieben von: Webmaster , Samstag, den 13. September 2008 um 14:42 Uhr |
|
Sebagai seorang muslim, kita harus senantiasa memperhatikan apa saja yang masuk ke dalam perut kita. Setiap makanan yang kita makan akan menjadi bagian tak terpisahkan dari tubuh kita. Agar tubuh kita tidak terkotori oleh makanan yang dibenci atau bahkan dilarang oleh Allah, maka tentunya kita harus pandai-pandai memilih sumbernya: yang Halal dan Thayib (baik) . Di negeri yang sebagian besar penduduknya adalah non-muslim seperti di Jerman ini, menjaga perut agar tidak terisi oleh makanan yang tidak halal atau diragukan kehalalannya tentu membutuhkan usaha yang lebih keras dan kehati-hatian yang lebih tinggi dibandingkan ketika berada di negeri kaum muslimin seperti di tanah air. Yang utama tentunya adalah menghindari makanan dan minuman yang memabukkan dan mengandung daging babi. Namun alhamdulillah, di negeri Jerman ini, jumlah kaum muslimin cukup banyak dan tidak sedikit yang membuka toko, restauran, atau warung cepat saji (Kebap Imbiss) dengan sajian makanan halal. Daging segar dari ayam, kambing, atau sapi biasanya bisa didapatkan di supermarket Turki atau Arab. Mereka biasanya juga menyediakan makanan beku cepat olah yang halal, semisal sosis, salami, nugget, burger, kebab dan semacamnya. Bahkan ada juga perusahan daging olahan beku yang memasukkan produknya ke supermarket Jerman: daging olahan dari Wiesenhof telah memperoleh sertifikasi Halal dari EZH (Europäische Halal-Zertifizierung). Contoh Restoran di Berlin yang menggunakan daging ayam produk Wiesenhof adalah Pamfilya di Leopoldplatz. Berbicara tentang supermarket Jerman, biasanya ia akan menjadi tempat belanja kebutuhan keseharian kita selain daging halal. Ada beberapa bahan makanan yang hendaknya kita hindari karena merupakan hasil olahan dari babi. Yang utama adalah Gelatine. Di Jerman ini, menurut informasi dari beberapa perusahaan makanan sebagian besar gelatine yang dipakai adalah bersumber dari babi. Gelatine biasa dijumpai di produk-produk semacam permen, pudding, es krim, dll. Ia merupakan bahan pengikat dan pengenyal. Lebih jauh tentang bahan tambahan makanan (daftar kode E) bisa dilihat di http://pagihp.tripod.com/artikel5.htm Berikut ini adalah daftar beberapa rumah makan atau warung (imbiss) yang dikenal menyajikan menu halal di kota Berlin: Catatan: Masjid Al Falah tidak berhubungan secara institusi ataupun mempunyai kepentingan bisnis terhadap badan usaha di dalam daftar ini. Tidak pula Masjid Al Falah memberikan sertifikasi Halal kepada mereka. Merekalah yang secara aktif mendaftarkan atau menyatakan ke-halal-an produk usaha mereka dalam beberapa situs web yang menjadi sumber daftar ini. Restaurant El Reda Al-Dei'a Snack Desi Restaurant Amys Malaysia Restaurant Can Kardesler (Mehpap) Baraka Burg Imbiss Imbiss Nil Imren Grill Orientalischer Imbiss Tassili TIBA Ägyptisches Restaurant Restaurant Rissani Hühnerhaus Zaim Falafel Imbis Namli Grill Pamfilya |
Pencarian








