|
There are no translations available.
Dialog interaktif (talk show) mengenai upaya menumbuhkan benih-benih cinta dan mengelola bangunan rumah tangga dalam naungan ridha Allah subhaanahu wa ta'ala.
Disajikan dalam bentuk obrolan santai antara kedua narasumber berpengalaman dan layak menjadi panutan, yang satu mengelola keluarga muda dan yang lain berpengalaman dalam mengelola rumah tangga lebih dari 20 tahun. Dimoderasi oleh kalangan pemuda yang aktif dan energik. Acara ini penting bagi segala usia.
Cinta dan percintaan merupakan topik hangat yang tak pernah habis dan bosan untuk dibicarakan. Sebagian orang memandangnya melalui kacamata syahwat, sebagian lain masih masih mencari-cari jati diri cinta melalui penelaahan, berbagi pengalaman, bahkan coba mengalaminya secara langsung. Pun, tidak sedikit yang menjadikan Islam sebagai timbangan.
Meski dipahami bahwa cinta diarahkan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, manifestasinya pada tataran praktik menjadi tidak sederhana. Tidak sedikit yang gamang, bahkan rapuh, dan kemudian terjebak pada pergaulan bebas akibat ketiadaan koridor Islam yang dipergunakannya. Sejatinya Allah secara bijak menyebut perihal cinta dan percintaan kepada lawan jenis sebagai sesuatu yang lumrah tetapi diposisikan menurut orientasi akhirat sebagai basis koridor cinta dan percintaan, sebagaimana difirmankan, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yakni wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, serta sawah-ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)” (Q.S. Ali Imran: 14). Lebih jauh, pengaturan Allah atas bagaimana manusia bercinta dengan sesamanya difasilitasi oleh mekanisme pernikahan sebagai jalan halal, bahkan bernilai ibadah, menuju rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah, sebuah batu bata bagi bangunan peradaban Islam.
Persoalannya kembali pada bagaimana konsepsi ini diwujudkan pada tataran praktik sesuai pengalaman orang per orang yang telah menjalaninya. Hal ini menemukan urgensi tersendiri ketika dihadapkan pada fakta bahwa sebagian muslim hidup di lingkungan yang tidak menjadikan ajaran Islam sebagai panduan, bahkan kondusif bagi pelanggaran terhadapnya. Pengalaman rumah tangga Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabat radiyallahu ‘anhum merupakan teladan terbaik umat ini, tidak tertandingi. Namun, bukan merupakan hal yang dilarang untuk mengambil pelajaran dari contoh kontemporer suatu perihidup yang berupaya menjalankan percintaan dan rumah tangga di atas nilai-nilai Islam sebagai peralihan dari fatamorgana gaya hidup bebas masa kini.
Beranjak dari hal di atas, Masjid Al-Falah Indonesisches Weisheits-und Kulturzentrum e.V. berupaya memfasilitasi umat Islam, secara khusus masyarakat Indonesia, agar memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang memadai dalam menjalani kehidupan di Negara Jerman sesuai ajaran Islam, dan Pengajian Bulanan menjadi salah satu sarana menuju ke sana. Disajikan dalam bentuk baru, talk show diharapkan menjadi penyegaran bagi rutinitas yang dilakukan.
Narasumber:
Yanuar Muharrom (Potsdam)
Bondan Winartomo (Nuernberg)
Moderator: Rizaldy Dewan Damara (Berlin)
Sabtu, 20 Februari 2010 / 6 Rabiul Awal 1431
Pukul 17.30 - 19.30 CET
Ruang Utama Masjid Al-Falah IWKZ e.V.
Informasi lengkap: lihat "Kalender Kegiatan"
(Foto: www.readingislam.com) |